Pendahuluan
Mencari
kebenaran di dalam Alkitab haruslah menggunakan metode eksegese, yakni menggali
apa yang menjadi maksud dan tujuan penulis dalam teks pada masa itu ditarik
kepada jaman eksegetor melalukan eksegese untuk mendapatkan kebenaran dari teks
dan maksud penulis yang sesungguhnya, bukan dengan menggunakan metode eisegese
yang menarik konteks jaman ini dan mencari ayat Alkitab sebagai pendukungnya
sehingga mengesampingkan makna teks yang sebenarnya.
Pembahasan
makalah ini akan memunculkan eksegese Roma 1:16,17 dengan menggunakan metode
eksegese dari buku New Testament Exegesis karangan Gordon D. Fee sebagai buku
acuan langkah-langkah eksegese. Kiranya hasil eksegese ini memberikan pemahaman
dan pengertian yang baru mengenai Roma 1:16,17.
Alasan Memilih Perikop
Eksegetor
memilih Roma 1:16-17 untuk menjadi bahan eksegese dikarenakan, ayat 16-17
merupakan satu kesatuan dan ditempatkan dalam satu perikop. Selain itu ayat
16-17 merupakan tema dari Surat Roma ini. Dimana Paulus ingin menyampaikan
kebenaran Allah yang terkandung di dalam Injil. Dalam pemilihan perikop ini
eksegetor mencari beberapa terjemahan Alkitab untuk memastikan apakah perikop
yang dipilih oleh eksegetor merupakan satu kesatuan dan ditempatkan diperikop
yang sama.
Eksegetor
menggunakan lima terjemahan Alkitab diantaranya: The Ryrie Study Bible (NAS),
New Internation Version (NIV), Harper Study Bible (Revised Standard Bible), The
Jerusalem Bible dan Indonesia Terjemahan Baru. Dari kelima terjemahan Alkitab
tersebut hanya NIV yang berbeda dalam penempatan perikopnya, NIV menempatkan
ayat 16-17 digabung menjadi satu perikop dari ayat 8-17.
Latar belakang Surat Roma
Penulis dan Penerima
Surat.
Surat
Roma ditulis oleh Rasul Paulus sekitar tahun 57 M dengan tema terdapat dalam
Roma 1:16-17 mengenai “Injil adalah Kekuatan Allah yang Menyelamatkan”.[1] Penerima Surat Roma ialah
jemaat yang tinggal di Roma, baik orang Yahudi ataupun orang Yunani. Jemaat
Roma terdiri dari orang Yahudi dan orang Yunani.[2] Keadaan jemaat Roma bisa
dilihat dalam pasal 1 dan juga dalam pasal 9-11 banyak menuliskan mengenai
kepercayaan orang Yahudi dan Abraham sebagai bapa orang Yahudi. Mengenai siapa
pendiri jemaat Roma masih menjadi perbincangan sampai saat ini, ada beberapa
pendapat yang dikemukakan mengenai pendiri jemaat Roma, antara lain:
1. Jemaat
Roma didirikan oleh Petrus pada masa kaisar Klaudius sekitar tahun 42 M. namun,
pendapat ini mendapat sanggahan sebab di dalam Surat Roma sama sekali tidak
menyebutkan nama Petrus. Selain itu ada tradisi yang mengatakan bahwa Petrus
dan Markus datang ke Roma setelah tahun 42 M.
2. Orang-orang
yang hadir pada hari Pentakosta dalam Kisah Para Rasul yang menyebutkan bahwa
ada pendatang-pendatang dari Roma (bdk Kis 2:10).
Paulus
belum pernah sekalipun mengunjungi Roma pada saat surat Roma ini dikirim (bdk.
Roma 1:13). Pada waktu surat ini ditulis, jemaat Roma sedang mengalami
penderitaan karena penganiayan yang dilakukan oleh Kaisar Nero pada waktu itu.
Orang Kristen manjadi sasaran penganiayan.
Tujuan Penulis
Paulus
meskipun belum pernah datang ke Roma, namun Paulus mendapatkan berita mengenai
keadaan jemaat di Roma kemungkinan besar dari Akwila dan Priskila. Tujuan
Paulus menulis Surat Roma ialah:[3]
1. Karena
jemaat Roma rupanya mendengar kabar angin yang diputarbalikkan mengenai berita
dan ajaran Paulus (Rom 3:8; 6:1-2,15), Paulus merasa perlu untuk menulis Injil
yang telah diberitakannya selama dua puluh lima tahun.
2. Dia
berusaha untuk memperbaiki beberapa persoalan yang terjadi di dalam gereja
karena sikap salah orang Yahudi terhadap mereka yang bukan Yahudi (Rom 2:1-29;
3:1,9) dan orang bukan Yahudi terhadap orang Yahudi (Rom 11:11-36).
Sementara
Donald Guthrie menambahkan mengenai tujuan Surat Roma:[4]
1. Meringkaskan
pengalaman Paulus.
2. Memenuhi
kebutuhan Pembacanya. Hal ini berkaitan dengan problematika yang ada dalam
jemaat Roma mengenai pengajaran lain yang diterima jemaat yang berbeda dari apa
yang telah dipaparkan oleh Paulus.
Penekanan-penekanan
yang ada dalam Surat Roma.[5]
1.
Kasih Karunia. Kasih karunia dalam Surat
Roma menggunakan kata χάριν kata ini muncul kurang lebih sebanyak 36 kali. Kata
kasih karunia dalam surat Roma ini berhubungan dengan keselamatan orang
percaya.
2.
Kuasa/kekuatan. Dalam bahasa Yunaninya δuναμις dipakai sekitar 2 kali dalam
surat Roma. Kekuatan/ kuasa yang dimaksudkan ialah mengenai kekuatan Allah
untuk menyelamatkan orang percaya.
3.
Dosa. Dalam bahasa Yunaninya ἁμαρτίαν dipakai sekitar 53 kali dalam Surat Roma.
Selain
itu Donald Guthrie menyatakan ada masalah mengenai pasal 16 surat Roma ini
tentang salam-salam yang diberikan Paulus. Lebih lanjut, Donald Guthrie
mengungkapkan alasan-alasan pasal 16 merupakan bagian yang dikirim ke Efesus
antara lain:[6]
1.
Paulus tidak pernah
pergi ke Roma tetapi memberikan salam kepada jemaat di Roma. Hal ini dianggap
tidak masuk akal, lebih tepatnya salam ini diberikan kepada jemaat Di Efesus
sebab Paulus berada sekitar 3 tahun di Efesus. Lebih lanjut, nama orang yang
tercantum di dalam salam ini tidak satupun yang tercatat di dalam surat-surat
yang dikirim dari Roma.
2.
1 Korintus yang
ditulis sebelum Surat Roma juga mencatat salam dari Akwila dan Priskila yang
tinggal di Efesus (bdk 1 Kor 16:19; Rom 16:3; 2 Tim 4:19).
3.
Epenetus (Rom 16: 5)
disebut sebagai buah pertama di daerah Asia. Pernyataan ini dianggap sesuai
jika Epenetus tinggal Efesus dari pada di Roma.
4.
Pujian kepada Febe
dianggap lebih mungkin diberikan kepada orang yang sudah kenal baik daripada
jemaat yang baru dikunjungi.
5.
Peringatan Paulus
dalam Rom 16:17-19 berfokus kepada perpecahan antara orang Yahudi dan Yunani,
peringatan ini dianggap melawan antinomianisme[7] yang mengancam jemaat Efesus.
6.
Pasal 15 kelihatan
seperti kesimpulan Surat Roma, yang dapat memperkuat anggapan bahwa pasal 16
ditambahkan saat surat Roma disebarkan.
Garis Besar Surat Roma
Garis
besar Surat Roma, penulis lebih condong kepada pemikiran Adina Chapman dalam
bukunya Pengantar Perjanjian Baru, sebagai berikut:
Salam
pembukaan (1:1-15)
Tema
surat (1:16-17)
I.
Injil yang dinyatakan
kepada Paulus (1:18-11:36)
1.
Semua orang terlibat
dalam dosa (1:18-11:36)
a.
Keadaan dan
penyelewengan orang-orang bukan Yahudi (1:18-2:16)
b.
Keadaan dan
penyelewengan orang Yahudi (2:17-3:18)
c.
Semua orang terlibat
dalam dosa (3:19-20)
2.
Jalan kebenaran
(3:21-5:21)
a.
Karunia Allah menjadi
kebenaran manusia melalui iman (3:21-31)
b.
Abraham dibenarkan
karena imannya (4)
c.
Kebenaran Allah
ditawarkan kepada semua orang melalui iman dan Kristus Yesus (5)
3.
Jalan hidup menuju
kesucian hidup (6-8)
a.
Hidup dalam
kemenangan melalui penyerahan anggota-anggota tubuh kita kepada Allah (6)
b.
Pendirian di bawah hukum
Taurat dan dosa (7)
c.
Kemenangan dalam
kuasa Roh Allah (8)
4.
Pilihan Allah
terhadap orang Yahudi dan orang bukan Yahudi (9:1-11:36)
a.
Kedaulatan Allah
terhdap bangsa pilihan-Nya (9:1-29)
b.
Kesempatan diberikan
kepada bangsa-bangsa lain (9:30-10:21)
c.
Sisa kaum pilihan
Allah diselamatkan (11:1-36)
II.
Kehidupan orang
percaya (12:1-15:13)
1.
Kelakuan dan
kewajiban orang Kristen terhadap sesamanya (12:1-21)
2.
Kelakukan orang
Kristen terhadap pemerintahnya (13:1-7)
3.
Kewajiban-kewajiban
orang Kristen dan hukum Taurat (13:8-14)
4.
Kesimbangan dalam
mempraktekan sikap-sikap rohani di antara sesama orang percaya (14:1-15:13)
Nasehat-nasehat
terakhir dan salam penutup (15:14-16:27)
Roma
1:16-17.
Untuk
Injil aku tidak menjadi malu,
Karena
Injil
adalah kekuatan Allah sendiri
Dalam
keselamatan setiap orang
percaya,
pertama orang
Yahudi
dan juga
orang Yunani.
Sebab
di dalamnya
menyingkapkan
kebenaran Allah,
yang
keluar dari iman ke dalam iman,
seperti ada tertulis :”tetapi orang benar
hidup oleh iman.”
Aparastus Roma 1:16-17
Ayat
16
penambahan
Kata
yang ditambahkan pada kata εὐαγγέλιονberarti kabar baik ditambahkan kata tou cristou berarti dari Kristus
Pendukung penambahan :
Dc :
ditemukan pada abad ke 5
Ψ : Athous
lavrensis atau uncial dari abad ke- 9/10
Pendukung tidak ada penambahan :
P26vid :
tampaknya papirus ditemukan pada sekitar tahun 600
a : codex
Sinaiticus pada tahun 330-360
A : codex
Alexandrinus di salin pada abad ke-5
B : codex
Vaticanus disalin pada abad ke-4
C : codex
Cairensis disalin pada tahun 894-895
D* : codex
Claromontanus pada abad ke-6
G : uncial
dari abad ke 9
33. :
minusculle 33 pada abad ke-9
81. :
minusculle pada tahun 1044
1506. : minusculle
pada tahun 1320
1739. : minusculle
pada abad ke-10
1881. :minusculle
pada abad ke-14 di Sinai
2495 : minusculle
pada abad ke-14/15 di Sinai
pc : pauci
beberapa salinan
lat : bagian dariterjemahan Latindari
Perjanjian Lama danBaru
sy : codex
Syrer sekitar abad ke-4/5 di Sinai
co : versi
terjemahan koptik
eksegetor memilih mengikuti Nestle-Aland yang tidak
menambahkan kata tou cristou dalam penyelidikan penulis, sebab ada salinan teks
yang lebih tua tidak menambahkan kata tersebut dalam salinannya.
Penghilangan
Kata yang dihilangkan ialah kata εἰς σωτηρίαν berarti menyelamatkan
Pendukung penghilangan :
G : uncial
dari abad ke 9
Eksegetor tetap mempertahankan penggunaan kata εἰς σωτηρίαν dalam terjemahan dan pemilihan teks yang dilakukan oleh
esksegetor dengan alasan untuk memperjelas karya keselamatan yang terdapat di
dalam Injil. Selain itu kata εἰς σωτηρίαν menjadi dasar kekristenan untuk tidak malu mengakui dan menceritakan
mengenai Injil kepada orang lain.
Kata yang dihilangkan πρῶτον berarti pertama
Pendukung penghilangan :
B : codex
Vaticanus disalin pada abad ke-4
G :
ditemukan sekitar abad 9
sa :
sahidics
Mcion : Marcion
pada abad ke-2
Eksegetor memilih mengikuti teks salinan lama marcion
yang menghilangkan kata πρoτον dalam teks yang sedang diteliti dan juga tidak memasukan
terjemahan kata πρoτον dalam terjemahan akhir eksegetor, sebab salinan yang lebih mendekati pada
abad kedua menghilangkan kata πρoτον.
Ayat 17
Penambahan kata mou pada kata δiκαιος berarti kebenaran atau benar
Pendukung penambahan :
C* : ditemukan
pada abad ke 5
Eksegetor
memilih tetap mempertahankan tidak menggunakan penambahan kata mou meskipun pendukung penambahan ini dalam
salinan yang cukup tua yakni abad ke-5, namun eksegetor mempertahankan teks
dalam Netle-Aland.
Langkah
6 eksegese analisa tata bahasa
ἀποκαλύπτεται ἐκ πίστεως εἰς πίστιν, berarti menyingkapkan
keluar dari iman ke dalam iman.
ἀποκαλύπτεται merupakan kata kerja present indikatif pasif orang
ketiga tunggal dari kata ἀποκαλύπτω kata ini merupakan kata kerja yang sedang
dilakukan oleh orang ketiga namun dalam bentuk pasif bagi yang dikenai
pekerjaan itu.
Analisa kata
δuναμις : memiliki arti
kemampuan untuk melakukan
aktivitas
tertentu atau untuk menjalani
pengalaman-kemampuan. Kami berada di bawah tekanan besar jauh melampaui
kemampuan kita (untuk
bertahan) 2 Kor
1:
8. Dalam
sejumlah bahasa setara dengan kemampuan di 2 Kor
1:8
dapat dinyatakan hanya oleh modal seperti bisa, misalnya, jauh melampaui
apa kita dapat mampu
atau bertahan.” Dalam konteks ini kata δuναμις memiliki arti kemampuan Tuhan untuk melakukan hal
yang melampui kemampuan manusia, hanya Tuhanlah yang dapat melaksanakannya.
Kata ini juga bermakna bahwa manusia tidak memiliki kemampuan atau kekuatan
untuk menyelamatkan diri dari kuasa dosa, tetapi Allah lah yang memiliki
kekuatan dan inisiatif untuk menyelamatkan manusia dari kuasa dosa.
σωτηρiαν : memiliki arti untuk menyampaikan,
untuk
menyelamatkan, untuk membuat aman, pembebasan, untuk
menyelamatkan dari bahaya dan untuk mengembalikan ke
dalam keadaan keselamatan dan kesejahteraan, dan saat ia mulai tenggelam, ia berteriak, Tuhan, selamatkan saya (Mt14.30). Ia berpikir bahwa
orang-orangnya
sendiri akan mengakui bahwa
Allah akan memberikan pembebasan mereka
melalui dia (Kis 7:25).
Dalam konteks ini kata σωτηρiαν merupakan tindakkan
penyelamatan Allah untuk orang berdosa dengan tujuan supaya kembali
bersama-sama dengan Allah tanpa melihat keadaan manusia sebelumnya.
Δικαιοσuνη : memiliki arti kebenaran atau pembenaran, kebenaran
yang dimaksud ialah tindakan
untuk melakukan apa yang Allah minta-'kebenaran, melakukanapa yang Allah minta,
melakukan apa yang benar. Dalam
konteks ini Δικαιοσuνη
memiliki arti kebenaran atau anugerah Allah yang diberikan kepada manusia dalam
rangka karya keselamatan Allah. Selain itu makna kata ini ialah pembenaran yang
berarti dengan Injil manusia dibenarkan oleh Tuhan untuk dapat memperoleh
keseamatan dan kesempurnaan sesuai dengan standar Allah sendiri.
Latar belakang sejarah-budaya
Surat
Roma memang berbeda dari surat-surat lain yang dikirm oleh Paulus. Perbedaan
yang mencolok antara surat Roma dengan surat yang lain ialah surat Roma
ditujukan kepada jemaat yang sama sekali belum dikenal oleh Paulus, bahkan
Paulus tidak memiliki hubungan dengan pendiri jemaat Roma. Hal inilah yang
membuat Paulus tidak banyak menyinggung masalah-masalah praktis dalam surat
Roma. Dari surat-surat yang dikirim oleh Paulus, surat Romalah yang paling
mendekati sebagai suatu risalah teologis.
Latarbelakang Orang Yahudi.
Pada
saat itu Yahudi di bawah penjajahan orang Romawi. Kemungkinan besar orang
Yahudi yang datang di Roma sebagai pedagang dan juga karena adanya penganiayaan
terhadap orang kristen di Yerusalem. Orang Yahudi ialah orang yang mengaku umat
pilihan Allah, namun mereka menolak Anak Allah yang datang ke dunia dalam Yesus
Kristus. Ironisnya orang Yahudi selalu menganggap bahwa diri mereka secara
langsung termasuk umat pilihan Allah hanya karena dilahirkan sebagai orang
Yahudi. Oleh sebab itu Paulus menyatakan bahwa bukan orang Yahudi secara
jasmani yang dipilih Allah sebagai umat pilihanNya, terlebih lagi orang Yahudi
secara rohanilah yang menjadi umat pilihan Allah.
Latarbelakang Orang Yunani
Pengaruh
filsafat Yunani sangat besar pada masa pemerintahan Romawi. Zaman keemasan Yunani klasik pada masa Pericles
cukup mengerikan
dan dalam kebingungan
selama tiga
puluh tahun dari
perang Peloponnesia, dan kondisi Yunani
terus bertumbuh selama beberapa dekade berikutnya. Perpecahan politik meningkat
dan perpecahan di dalam negeri
dengan adanya perang internal tidak pernah berakhir. Upaya untuk menggantikan
sisa hegemoni dari Sparta dan Atena oleh republik federal, tetapi mereka tidak berhasil. Diparuh kedua
abad ke-IV SM, hegemoni Mecedonia membawa solusi berumur pendek; tapi
bencana baru muncul
yang disebabkan oleh kekuatan eksternal, yaitu
kerajaan helenistic dan
Roma.
Situasi ekonomi
juga memburuk selama
abad ke-IV SM. Tetapi, proses industrialisasi dimulai
pada abad ke-V SM. Perindistrian dengan
menggunakan tenaga
kerja budak, industri manufaktur meningkat itu menghasilkan barang-barang konsumsi,
senjata dan peralatan lainnya
untuk berperang sekarang terus meningkat karena pertempuran terus-menerus.
Mengapa
malu?
Orang
Yahudi percaya bahwa mereka adalah umat pilihan Allah sejak zaman Abraham.
Selain itu mereka juga menanti-nantikan kedatangan Mesias sebagai raja yang
akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Namun mereka menolak kedatangan
Yesus Kristus hanya karena tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.
Sementara
orang Yunani mengandalkan rasio mereka untuk menilai segala sesuatu. Orang
Yunani sangat sulit menerima ajaran yang tidak masuk akal mereka, sebab setiap
ada ajaran yang baru, mereka senantiasa membawa ke aeropagus untuk diuji. Jika
ajaran itu tidak sesuai dengan rasio mereka, maka ajaran itu dianggap sebagai
suatu kebodohann apalagi menyangkut kebangkitan orang mati. Kebangkitan orang
mati menurut mereka sangat tidak masuk akal.
Sifat formal surat
Perbedaan-Perbedaan dalam Sifat
Surat
Roma memang berbeda dari surat-surat lain yang dikirm oleh Paulus. Perbedaan
yang mencolok antara surat Roma dengan surat yang lain ialah surat Roma
ditujukan kepada jemaat yang sama sekali belum dikenal oleh Paulus, bahkan
Paulus tidak memiliki hubungan dengan pendiri jemaat Roma. Hal inilah yang
membuat Paulus tidak banyak menyinggung masalah-masalah praktis dalam surat
Roma. Dari surat-surat yang dikirim oleh Paulus, surat Romalah yang paling
mendekati sebagai suatu risalah teologis.
Aspek-Aspek Persuratan
Bagian
surat yang sedang dieksegesis merupakan bagian inti surat Roma. Sebab bagian
ini merupakan inti dari apa yang ingin disampaikan oleh Paulus kepada jemaat
Roma. Sebab beberapa latarbelakang perjanjian baru seperti Alkitab Hidup
berkelimpahan, bukunya Donald Guthrie, The Ryrie Study Bible (NAS), dan Harper
Study Bible (Revised Standard Bible). Sehingga penulis menyimpulkan bahwa Roma
1:16-17 merupakan bagian dari inti pokok surat Roma.
Konteks sejarah khusus
Surat
Paulus kepada jemaat Roma ini salah satu bentuk surat yang isinya menegaskan
mengenai teologi doctrinal, yang kemungkinan besar kurang dipahami oleh jemaat
di Roma. Penegasan Paulus mengenai sangat jelas terlihat dalam surat ini yang
tercatum dalam pernyataan pada kalimat pembuka ayat 16 dengan tegas menyatakan
keyakinan Paulus tentang apa yang selama ini dipercayai dan dipegang teguh.
Pembaca
mula-mula kemungkinan masih memiliki keragu-raguan dengan injil sebab
latarbelakang pembaca mula-mula sebagai orang Yahudi dan Yunani yang menganggap
injil sebagai batu sandungan dan juga kebodohan. Pembaca mula-mula menganggap
apa yang dahulu dipercayai sebagai suatu kebenaran yang benar dan menganggap
injil sebagai bentuk dari ketidakbenaran itu sendiri.
Mengingat
keadaan jemaat mula-mula yang terpengaruh oleh helenisme yang cenderung
menggunakan rasio, maka tidaklah heran jika keadaan jemaat Roma membawa
pemahaman Injil dalam rasio dan memaksakan Injil untuk mengikuti rasio mereka.
Tetapi jika mereka mau menundukan rasio mereka di bawah otoritas Injil, maka
tidak sulit untuk menerima Injil sebagai kebenaran, sebab Injil adalah
kebenaran yang mutlak dari Allah sendiri.
Kata Kunci
Injil
Kekuatan
Kebenaran
Gambaran ringkas
Injil
bukanlah hal yang memalukan untuk diakui dan dipercayai, di dalam injil nyata
kebenaran dan kekuatan Allah dalam karya keselamatan setiap orang percaya di
dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Karya keselamatana ini telah dirahasiakan Allah
sejak manusia jatuh dalam dosa sampai kepada penggenapannya di dalam Tuhan
Yesus Kristus.
Konteks sastra
Pada
ayat ini merupakan pokok dari keyakinan rasul Paulus, rasul Paulus ingin
meneguhkan jemaat di Roma mengenai injil yang ia beritakan. Inti dari ayat ini
ialah mengenai pernyataan rasul Paulus yang tidak malu mengakui Injil yang
menyelamatkan. Argumentasi Rasul Paulus ialah Injil merupakan kekuatan Allah
yang memberi keselamatan bagi setiap orang percaya. Isi yang dimaksudkan oleh
rasul Paulus ialah memegang teguh Injil dan tidak menyimpang dari kebenarannya,
sebab Injil menyingkapkan kebenaran Allah yang membawa kepada iman. Inti teks
ini ialah:
Keyakinan
yang kokoh dalam Injil (tidak menjadi malu)
·
argumen: Injil adalah kekuatan Allah dalam
karya keselamatan. Sebab di dalam Injil merupakan pengenapan dari janji-janji
Tuhan untuk menyelamatkan manusia dari hukuman akibat dosa sejak manusia
pertama kali jatuh dalam dosa.
·
Di dalam Injil menyingkapkan kebenaran
Allah. Injil merupakan perwujudan janji Allah dan penggenapan dari hukum Taurat
Musa. Di dalam Injil Tuhan telah menggenapi semua nubuatan para nabi mengenai
Penyelamat manusia yang telah dinyatakan secara rahasia kepada bangsa Israel.
Konteks teologi dan Alkitab secara
luas
Roma 1:16 jelas menegaskan tentang pengakuan
Injil yang membawa keselamatan bagi setiap orang yang percaya dengan segenap
hatinya. Rasul Paulus dengan tegas menyatakan keyakinannya akan Injil yang ia
terima dan beritakan. Hal serupa juga dikatakan oleh Tuhan Yesus Kristus dalam
Markus 8:38
“Whosoever
therefore shall be ashamed of me and of my words in this adulterous and sinful
generation; of him also shall the Son of man be ashamed, when he cometh in the
glory of his Father with the holy angels (KJV).” Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena
perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak
Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan
Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus" (Mar 8:38 ITB).
Menyatakan bahwa orang yang menolak
Injil dan malu mengakuinya dihdapan orang lain, Tuhanpun malu mengakui orang
tersebut dihadapan Tuhan.
Pernyataan ini
tercatat juga dalam Lukas 22:26, tentang pernyataan orang yang mengikut Tuhan
Yesus Kristus haruslah ikut memikul salibnya dan menyangkal diri. Jadi setiap
orang yang mengikut Tuhan Yesus Kristus haruslah bersedia menderita untuk
mengabarkan Injil dan mengikut Tuhan Yesus Kristus, sebab mengikut Tuhan Yesus
Kristus akan banyak mengalami penderitaan. Dalam rumusan lima pokok Calvinis
yang disingkat dengan T-U-L-I-P menjelaskan mengenai rumusan karya keselamatan
yang dilakukan oleh Allah. Memahami T-U-L-I-P dengan benar, maka akan lebih
memudahkan untuk memahami alasan rasul Paulus mengatakan dengan tegas tidak
malu mengakui Injil.
Sumber-sumber
tambahan
Tafsiran
Alkitab Wycliffe lebih menekankan orang memperoleh
keselamatan ialah orang yang terus-menerus menanggap injil dengan percaya.
Penafsiran Wycliffe ini tanpa melihat aspek alasan rasul Paulus kenapa
menekankan bahwa dia tidak malu akan injil yang dianggap sebagai batu sandungan
dan kebodohan, tetapi menjelaskan mengenai argumen rasul Paulus. Penekanan
penulis wycliffe ialah mengenai kata percaya dan cenderung tidak menyinggung
frasa dari ayat 16 itu sendiri, dengan kata lain, maksud daru penulis tidaklah
terlihat dari hasil penafsiran ini. Sedang pada ayat 17 banyak menekankan pada
aspek iman. Usulan untuk Tafsiran wycliffe seharusnya juga mengupas mengenai
latarbelakang mengapa rasul Paulus menekankan bahwa ia tidak malu mengakui
Injil, dengan demikian makna teks akan lebih jelas bagi pembaca saat ini dan
tidak mengurangi isi teks untuk konteks pada waktu itu.
Pulpit
Commentary lebih luas menekankan alasan rasul Paulus menyatakan
dengan tegas bahwa ia tidak malu mengakui Injil yang dianggap batu sandungan
dan kebodohan. Pulpit commentary sedikit mengulas mengenai pendapat orang
Yahudi dan Yunani mengenai salib. Commentary ini memperkaya latarbelakang
penafsiran dan maksud dari penulis kitab lebih terlihat. Pada ayat 17 Pulpit
banyak membahas mengenai kebenaran dan iman, pembahasan keduanya cukup seimbang
mengingat kedua kata ini cukup penting untuk mengetahui maksud dari teks itu
sendiri. Kritik terhadap Pulpit Commentary, hasil penafsirannya kurang
aplikatif terlalu banyak menganalisa kata-kata, seharusnya penafsir juga membawa
maknanya ke dalam konteks masa kini.
Dari kedua tafsiran tersebut, penulis
merasa dilengkapi oleh keduanya. Meskipun penekanan pada wycliffe cenderung
memaksakan satu kata untuk menjelaskan makna yang terkandung dalam teks, namun
penjelasan mengenai kata tersebut cukup memberikan alasan untuk senantiasa
percaya kepada Injil. Sedang penekanan pada Pulpit commentary cenderung kepada
analisa kata. Dengan mengabungkan kedua tafsiran ini maka akan mendapatkan
makna teks yang sebanarnya. Penulis telah melakukan langkah-langkah eksegese
dengan hasil yang tidak jauh dari kedua penafsiran diatas, sehingga penafsiran
diatas memperlengkapi penulis.
Terjemahan
akhir
Οὐ γὰρ ἐπαισχύνομαι τὸ εὐαγγέλιον, δύναμις γὰρ θεοῦ ἐστιν εἰς σωτηρίαν παντὶ τῷ πιστεύοντι, Ἰουδαίῳ τε πρῶτον καὶ Ἕλληνι.
(Rom 1:16 BGT)
δικαιοσύνη γὰρ θεοῦ ἐν αὐτῷ ἀποκαλύπτεται ἐκ πίστεως εἰς πίστιν, καθὼς γέγραπται· ὁ δὲ δίκαιος ἐκ πίστεως ζήσεται.
(Rom 1:17 BGT)
ayat
16. Aku tidak malu karena Injil[8], sebab Injil adalah
kekuatan Allah dalam karya keselamatan[9] setiap orang percaya,
pertama orang Yahudi dan orang Yunani.
Ayat
17. Sebab di dalamnya menyingkapkan[10] kebenaran Allah, yang
keluar dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis:”tetapi orang
benar hidup oleh iman.”
Kesimpulan
Pendahuluan
Perikop ini merupakan pokok pikiran rasul Paulus dalam penulisan surat Roma. Melalui surat Roma ini, rasul Paulus ingin menguatkan dan mengokohkan kepercayaan jemaat di Roma mengenai Injil yang sudah dipercayai dan dipegang teguh. Sebab itulah sebelum rasul Paulus memberikan pemahaman mengenai pengajaran-pengajaran yang lain, terlabih dahulu rasul Paulus menguatkan iman jemaat melalui perikop ini.
Perikop ini merupakan pokok pikiran rasul Paulus dalam penulisan surat Roma. Melalui surat Roma ini, rasul Paulus ingin menguatkan dan mengokohkan kepercayaan jemaat di Roma mengenai Injil yang sudah dipercayai dan dipegang teguh. Sebab itulah sebelum rasul Paulus memberikan pemahaman mengenai pengajaran-pengajaran yang lain, terlabih dahulu rasul Paulus menguatkan iman jemaat melalui perikop ini.
Tafsiran
Ayat
16. Aku tidak malu karena Injil, ini
merupakan pengakuan langsung rasul Paulus kepada jemaat Roma supaya tetap
memegang teguh Injil dan mengabarkannya kepada orang lain. Orang
Yahudi percaya bahwa mereka adalah umat pilihan Allah sejak zaman Abraham.
Selain itu mereka juga menanti-nantikan kedatangan Mesias sebagai raja yang
akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Namun mereka menolak kedatangan
Yesus Kristus hanya karena tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.
Sementara
orang Yunani mengandalkan rasio mereka untuk menilai segala sesuatu. Orang
Yunani sangat sulit menerima ajaran yang tidak masuk akal mereka, sebab setiap
ada ajaran yang baru, mereka senantiasa membawa ke aeropagus untuk diuji. Jika
ajaran itu tidak sesuai dengan rasio mereka, maka ajaran itu dianggap sebagai suatu
kebodohann apalagi menyangkut kebangkitan orang mati. Kebangkitan orang mati
menurut mereka sangat tidak masuk akal.
Kekuatan Allah dalam karya
keselamatan setiap orang percaya, hal ini menyatakan
bahwa Injil adalah kekuatan Allah sendiri yang menyelamatkan orang percaya dari
hukuman dosa. Kekuatan yang dimaksud ialah kekuatan Allah yang besar untuk
membangun umatNya terus-menerus untuk hidup bersekutu dengan Allah. Kekuatan
Allah ini merupakan anugerah bagi umatNya, bukan hanya sekedar kekuatan satu-satunya
yang dimiliki oleh Tuhan, tetapi menyatakan bahwa hanya Tuhan sajalah yang
dapat menyelamatkan manusia dari hukuman maut akibat dosa dan juga memulihkan
kembali citra diri Allah di dalam manusia yang telah rusak akibat dosa. Tanpa
kekuatan Allah ini manusia tidak akan pernah bisa mencapai keselamatan dan
persekutuan kembali dengan Allah.
Makna
kata kekuatan yang berasal dari kata δuναμις
sering dikaitkan dengan dinamit padahal jelas-jelas memiliki makna yang sangat
berbeda. Dinamit merupakan kekuatan yang digunakan untuk menghancurkan meskipun
pada awalnya dibuat untuk tujuan kemanusiaan, tetapi berfungsi sebagai
penghancur. Sedangkan kata δuναμις
yang
dimaksudkan ialah kekuatan yang menyelamatkan atau dengan kata lain kemampuan
Tuhan yang hanya Tuhan yang dapat melaksanankannya.[11]Pertama orang Yahudi dan orang Yunani, kata ini menunjukan bahwa
keselamatan pertama kali diperuntukan oleh orang Yahudi terlebih dahulu, sebab
Allah telah memberikan hukum-hukum, perjanjian-perjanjian, janji-janji bahkan Mesiaspun dilahirkan diantara kaum
orang Yahudi (bdk. Rom. 9:4-5).
Tetapi
banyak orang Yahudi yang menolak Kristus sebagai juruselamat karena juruselamat
yang diharapkan oleh orang Yahudi ialah juruselamat secara duniawi. Akibat
ketidakpercayaan orang Yahudi dan menolak Mesias yang telah datang, orang
Yunani beroleh kesempatan untuk menjadi percaya kepada Allah dan memperoleh
keselamatan. Orang-orang Yunani mendapatkan keselamatan karena iman kepada
Tuhan Yesus Kristus oleh pemberitaan orang-orang percaya pada waktu itu. Sebab
diluar Yahudi, semua orang dikatakan kafir karena menyembah berhala dan orang
Yahudi mengklaim hanya merekalah yang menyembah Allah yang hidup dan benar.
Kata orang Yahudi dan Yunani juga menunjuk pada mayoritas jemaat di Roma pada
waktu itu.
Ayat
17. Sebab di dalamnya menyingkapkan
kebenaran Allah, Injil membuka kebenaran Allah dalam karya keselamatan yang
telah tersembunyi sejak pertama kali manusia jatuh dalam dosa. Rahasia injil
tersembunyi dengan rapi di dalam Perjanjian Lama, meskipun para nabi
menubuatkan dan menggambarkan mengenai karya keselamatan dalam Injil, namun
tidak dinyatakan dengan jelas. Setelah Tuhan Yesus Kristus datang dan
menggenapi semua rahasia dalam nubuatan tentang Injil barulah nyata bahwa karya
yang selama ini tersembunyi telah disingkapkan di dalam Tuhan Yesus Kristus
yakni kebenaran mengenai keselamatan dan pemulihan kembali hubungan antara
manusia dengan Allah melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus.
Kebenaran
inilah yang keluar dari iman dan
memimpin kepada iman, keluar dari iman yang dimaksud bukanlah kebenaran itu
berada diluar iman, tetapi muncul dari iman yang sudah ada dan membawa kepada
iman yang telah diperbaharui. Iman kepada Tuhan senantiasa terus-menerus
diperbaharui seiring dengan bertambahnya pemahaman akan kasih karunia Tuhan.
Oleh sebab itu rasul Paulus mengutip pernyataan nabi Habakuk yang mengatakan:”tetapiorang benar hidup oleh iman”.
Imanlah yang memimpin seseorang kepada kebenaran, tanpa iman seseorang akan
sangat sulit menemukan kebenaran, oleh sebab itu orang benar akan hidup di
dalam iman yang telah dipercayai memberikan kehidupan.
Rumusan Teologis.
1.
Injil Tuhan penyelamat. Injil yang dimaksud ialah pemberitaan mengenai karya
keselamatan yang dilakukan oleh Kristus mulai dari kelahiran, kematian sampai
kepada kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
2.
Injil adalah kebenaran. Injil menyingkapkan kebenaran Allah yang telah lama
dirahasiakan oleh Allah sampai kepada penggenapan karya keselamatan di dalam
Tuhan Yesus Kristus.
Penerapan.
Sebagai
orang percaya sudah seharusnya bangga menjadi pengikut Kristus yang telah
menyelamatkan setiap orang percaya dari hukuman maut. Rasa bangga terse but
seharusnya diwujudkan atau dinyatakan dengan memberitakan kebanggaannya kepada
orang yang belum pernah mendengarkannya.
Sama
halnya dengan orang yang sedan berbahagia mendapat sesuatu yang sangat
diinginkannya, maka dengan penuh sukacita akan menceritakannya kepada orang
lain. Orang percaya mendapatkan anugerah yang sangat besar dari Tuhan,
seharusnya lebih lagi berbahagia dan dengan penuh sukacita menceritakannya
kepada orang lain.
Kepustakaan
Donald Guthrie. Donald
Guthrie, Pengantar Perjanjian Baru Vol. 2,
Surabaya: Momentum, 2009.
http://www.sabda.org/sejarah/artikel/pengantar_full_life_roma.htm,
diacces pada tanggal 13 September 2014.
Adina Chapman, Pengantar Perjanjian Baru, Bandung:
Kalam Hidup, 1995.
D. Fee, Gordon, New Testament Exsegesis, Malang: SAAT,
2011.
[1]tema
ini penulis ambil dari sofware Alkitab Sabda yang didasarkan pada Roma 1:16-17
sebagai tema utama penulisan Surat Roma.
[2]penulis
lebih menerima teori komunitas campuran mengenai penerima surat Roma (termasuk
juga keadaan jemaat di Roma) dari salah satu teori mengenai keadaan jemaat yang
diungkapkan oleh Donald Guthrie. Donald Guthrie, Pengantar Perjanjian Baru Vol. 2, (Surabaya: Momentum, 2009) 4.
[3]http://www.sabda.org/sejarah/artikel/pengantar_full_life_roma.htm,
diacces pada tanggal 13 September 2014.
[4]Donald
Guthrie, Pengantar Perjanjian Baru Vol. 2.
7-9.
[5]penekanan-penekanan
ini diambil secara ringkas dari pemikiran Adina Chapman dalam bukunya
“Pengantar Perjanjian Baru dan penambahan bahasa Yunani dari penulis untuk
mempermudah memahami kata yang telah disusun oleh Adina Chapman. Adina Chapman,
Pengantar Perjanjian Baru, (Bandung:
Kalam Hidup, 1995) 56-57.
[6]Donald
Guthrie, Pengantar Perjanjian Baru Vol. 2.
9-10.
[7]antinomianisme
adalah anti terhadap hukum
[8]Dalam
beberapa teks seperti teks mesoret abad 10menambahkan kata tou
cristou yag berarti milik Kristus, jika diterjemahkan dengan kata yang
diatas menjadi “Injil Kristus”, namun penulis lebih mengikuti NA26
yang tidak menambahkan kata tou cristou.
[9]Pada
uncial abad ke 9 menghilangkan kata εiς σωτηρiαν yang berarti “keselamatan”, penulis lebih
mempertahankan tetap menggunakan kata εiς σωτηρiαν supaya lebih
jelas tujuan dari Injil tersebut.
[10]LAI
menterjemahkan kata ἀποκαλύπτεται dengan kata “nyata”, tetapi penulis menterjemahkan
dengan “menyingkapkan”.
[11]Dikutip
dari langkah 7 eksegese Roma 6:16,17