Doa tidak
Mengubahkan kehendak Tuhan
2
Raja-Raja 20:1-11
Bapak-ibu yang dikasihi Tuhan, doa merupakan nafas hidup
keagaaman setiap orang percaya. Doa juga merupakan cara kita berkomunikasi
dengan Tuhan dengan mencurahkan isi hati dan keinginann kita kepada Tuhan. Doa
juga menjadi tanda bagi kita sebagai orang percaya dan senatiasa mengandalkan
Tuhan. Namun, pernahkah kita sadari bahwa Tuhan telah menyediakan bagi kita apa
yang kita butuhkan sebelum kita berdoa? Dan mungkin akan timbul pertanyaan
diantara kita, kalau begitu untuk apa kita berdoa toh doa tidak menghasilkan
apa-apa dan Tuhan juga sudah menyediakan yang kita butuhkan?
Pada hari ini kita akan belajar besama-sama mengenai
doa yang tidak mengubahkan kehendak Tuhan. Doa pada hakekatnya berisi tentang
ucapan syukur, permohonan dan pujian. Dewasa ini banyak orang-orang percaya
yang menyalahgunakan doa untuk menuruti kehendak hatinya sendiri tanpa melihat
kehendak Tuhan dalam dirinya. Tuhan Yesus dalam doa bapa kami mengajarkan
kepada kita bagaimana kita harus berdoa dengan bersandar kepada Tuhan.
Dalam bagian ini kita akan belajar mengenai doa yang
diucapkan Hizkia karena mendengar firman Tuhan bahwa dia akan mati karena
sakitnya yang sudah parah. Kelihatannya dengan doa yang diucapkan Hizkia,
Hizkia mendapatkan kesembuhan dan tidak jadi meninggal bukan? Kelihatannya
doanya Hizkia bisa memperpanjang umurnya bukan? Mari kita lihat bersama-sama
ayat 1 yang mengatakan bahwa Hizkia akan mati.
Kita perlu memperhatikan kata engaku akan mati, tidak akan sembuh lagi dalam bahasa aslinya jika
diterjemahkan secara literal atau apa adanya maka terjemahannya menjadi kamu mati dan tidak hidup ada penekanan
dalam kata mati itu, sehingga Hizkia menangis sebab ia menyadari bahwa hidupnya
tidak lama lagi. Kemudian Hizkia berdoa kepada Tuhan, dalam doanya Hizkia tidak
meminta kepada Tuhan untuk disembuhkan, tetapi meminta kepada Tuhan supaya
Tuhan mengingat dia dan kemudian Tuhan memperpanjang umur Hizkia selama 15
tahun.Bapak-ibu yang dikasihi Tuhan, kelihatannya doa Hizkia mengubah keputusan Tuhan bukan? Namun bukan itu yang terjadi, tetapi sebaliknya Tuhanlah yang telah menggerakan Hizkia untuk berdoa kepadaNya. Sebab tanpa digerakan oleh Tuhan Hizkia dan kita tidak akan pernah bisa berdoa, karena kita adalah orang-orang tidak tahu apa yang akan kita doakan kepada Tuhan. Paulus dalam Roma 8:26 mengatakan “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
Bapak-ibu yang dikasihi Tuhan, doa bukan hanya sekedar
meminta kepada Tuhan dan berharap Tuhan memberikan apa yang kita inginkan,
tetapi doa adalah meminta kepada Tuhan supaya kita mengetahui kehendak Tuhan
dalam hidup kita, kita tidak akan pernah mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup
kita jika kita tidak berdoa.
Jika kita membutuhkan atau menginginkan sesuatu
sebelum kita berdoapun Tuhan sudah tahu apa yang kita butuhkan. Jika kita
memperhatikan doa Tuhan Yesus dan pekerjaanNya dalam injil, maka kita akan
melihat bahwa hanya kehendak Tuhanlah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Kita
berandai-andai sejenak, jika kita hidup pada masa Tuhan Yesus, kira-kira berapa
banyak orang yang ingin disembuhkan dan ditolong oleh Tuhan Yesus? Tetapi tidak
semua ditolong oleh Tuhan Yesus bukan? Bahkan ada yang dibiarkan sampai mati meskipun Tuhan Yesus membangkitkan kembali.
Hal itu dilakukan sesuai dengan kehendak Allah Bapa dalam diri Tuhan Yesus, Tuhan Yesus mengetahui apa kehendak Tuhan dalam diriNya. Maka tidaklah salah jika doa adalah nafas hidup orang percaya, karena melalui doa kita dapat mengerti kehendak Tuhan dalam kehidupan kita, jika kita tidak berdoa maka kita juga tidak akan pernah memahami kehendak Tuhan atas kehidupan kita. Jadi doa bukan hanya berisikan permohonan atau permintaan kita kepada Tuhan saja, yang terpenting di dalam doa itu ialah bagaimana kita bisa mengerti kehendak Tuhan dalam kehidupan kita saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar