Senin, 29 September 2014

persembahan total


Persembahan yang Total
Markus 12:41-44
Persembahan ialah pemberian kepada yang terhormat, persembahan pada zaman raja-raja hanya diberikan kepada seorang raja sebagai tanda ketundukan seseorang kepada raja tersebut. Persembahan ialah merupakan pemberian yang tulus dari seseorang kepada orang yang lebih terhormat tanpa adanya imbalan atau keinginan tertentu sebagai ganti dari persembahan tersebut. Demikian seharusnya persembahan yang kita berikan kepada Tuhan, Tuhan ialah Tuhan yang besar lebih daripada apapun dan yang Terhormat lebih dari yang dihormati.
Bapak, Ibu dan teman-teman yang dikasihi Tuhan, jika kita membaca dan mencermati Markus 12:41-44 ini, tentu kita akan mendapatkan suatu iman yang besar dari seorang janda. Markus dan Lukas dalam injilnya memberikan keterangan mengenai keadaan janda ini. Janda yang memberikan persembahan ini ialah janda miskin, mungkin bisa dikelompokan dalam keadaan yang sangat miskin. Markus dan Lukas mencatat perkataan Yesus yang sama yaitu mengenai uang yang dipersembahkan oleh janda ini adalah seluruh nafkah hidupnya, bisa dikatakan hanya itu yang dimilikinya.
Janda ini memberikan persembahan sebesar 1 duit atau 2 peser. Peser merupakan mata uang yang paling kecil pada waktu itu, kalau jaman sekarang mungkin setara dengan Rp 100, jadi  2 peser nominalnya hanya Rp 200. Jika kita lihat, disini bukan nominalnya yang dipermasalahkan atau keadaannya yang memberi dengan total, tetapi Tuhan Yesus melihat iman janda ini. Tidak mudah memutuskan untuk memberi kepada Tuhan dengan keadaan yang cukup sulit jika tidak memiliki iman yang besar.
Iman bukan hanya sekedar pengakuan semata, tetapi iman haruslah ditunjukkan dengan perbuatan. Bukan berarti perbuatan yang dilakukan itu untuk memperoleh iman, tetapi imanlah yang mempengaruhi perbuatan kita. Yak. 2: 18, Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."
Janda miskin ini memberikan persembahan karena imannya, bukan hanya sekedar kewajiban untuk memberikan persembahan. Inilah yang membuat janda miskin ini berani memberikan seluruh miliknya untuk Tuhan. dalam Kejadian 22:1-16 mengisahkan bagaimana dengan Iman Abraham mau mempersembahkan Ishak anaknya yang menjadi anak perjanjian dan anak tunggalnya. Janda ini juga mengimani pertolongan Tuhan yang senantiasa tidak pernah berhenti bagi orang Israel pada waktu itu, tentunya sebagai orang Israel janda ini mengetahui bagaimana Tuhan menolong orang Israel dalam perjalannya dari Mesir ke Tanah Kanaan. Tuhan juga memberikan kasih yang sama kepada kita orang percaya, bahkan lebih lagi, Tuhan meyerahkan AnakNya yang tunggal karena kasihNya kepada kita. Seharusnya kita lebih mengasihi Tuhan daripada yang dilakukan oleh janda miskin ini.
Persembahan yang kita berikan bukan hanya sekedar menjalankan kewajiban seperti orang Israel atau persembahan kita, kita tujukan untuk membantu pekerjaan Tuhan. Tuhan kita adalah Tuhan yang mahakuasa, Tuhan tidak butuh bantuan kita untuk melakukan pekerjaannya. Tuhan ingin kita mabil bagian dalam pekerjaan yang Tuhan berikan kepada kita, bukan hanya sekedar membantu atau memberi untuk mendapatkan berkat dari Tuhan. Jika kita memberi untuk mendapatkan berkat dari Tuhan, hanya berkat itulah yang menjadi upah kita. Namun, sebaliknya kita harus ikut ambil bagian dalam perkejaan Tuhan dengan memberikan persembahan kepada Tuhan. Dengan mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, tentu kita memiliki tanggungjawab untuk menyelesaikan pekerjaan Tuhan tersebut. Demikian juga dengan persembahan kita, kita hendaknya juga ikut mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan melalui persembahan yang kita berikan kepada Tuhan. Jika kita merasa, kita ikut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, tentu tidak akan berat bagi kita untuk memberikan persembahan kita dengan maksimal.

Janda miskin dan Abraham memberikan teladan kepada kita bagaimana mereka mempersembahkan persembahannya secara total kepada Tuhan? Dengan iman mereka memberikan persembahan, bukan dengan terpaksa, tetapi dengan penuh ketulusan hati. Kiranya kita dapat meneladani janda miskin dan Abraham yang dengan sepenuh hati memberikan persembahan kepada Tuhan secara total. Tuhan telah memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan tanpa meminta sesuatu dari kita. Hanya dengan ketulusan dan iman yang besarlah kita dapat menyenangkan hati Tuhan dengan ikut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan. Soli Deo Gloria

Tidak ada komentar:

Posting Komentar